• admin@herbalindoutama.co.id
  • Gondowangi, Sawangan, Magelang 56481

Waspadai Herbal dicampur BKO (Bahan Kimia Obat)

Jamu adalah warisan budaya Indonesia. Jamu atau trend-nya disebut Herbal, digunakan sejak zaman dahulu untuk memelihara k e s eha t an, menc egah bahk an mengobati suatu penyakit. Sayangnya citra Herbal banyak dirusak oleh oknum yang memasukan Bahan Kimia Obat (BKO) di dalamnya. BKO disini adalah obat kimia yang ditambahkan pada Herbal, bisa ditambahkan pada bahan bakunya, proses produksinya atau pada produk jadinya. Bahan kimia obat (BKO) adalah kategori obat keras dan memiliki efek samping berbahaya. Berdasarkan temuan Badan POM RI, herbal yang sering dicampur BKO adalah Herbal yang khasiatnya sebagai berikut :

– Herbal untuk pegal linu / encok / rematik. BKO yang ditambahkan: Fenilbutason, Antalgin, Diklofenak Sodium, Piroksikam, Parasetamol, Asam Mefenamat, Prednison, Atau Deksametason.
Herbal untuk Pelangsing. BKO yang ditambahkan : Sibutramin HCL.
Herbal untuk peningkat stamina / obat kuat pria. BKO yang ditambahkan : Sildenafil Sitrat, Tadalafil, Valdenafil
Herbal untuk Kencing manis / diabetes. BKO yang ditambahkan : Glibenklamid
Herbal untuk Sesak nafas / asma.  BKO yang ditambahkan : Teofilin.
Herbal untuk Hipertensi.  BKO yang ditambahkan : Furosemid.
Herbal untuk penambah nafsu makan. BKO yang ditambahkan : Siproheptadin.

Penambahan BKO pada Herbal memang menyebabkan efek Herbal tersebut langsung terasa, tetapi dampak buruknya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Berikut beberapa dampak buruk dari konsumsi BKO tanpa pengawasan dokter :

– Kerusakan Hati, dikarenakan BKO Paracetamol dan Fenilbutazon.
– Kerusakan Ginjal, dikarenakan BKO Fenilbutazon, Natrium Diklofenak dan Sibutramin HCL.
 – Bercak merak pada kulit hingga melepuh jika terkena sinar matahari, dikarenakan BKO Tadalafil dan Natrium Diklofenak.
– Kekurangan sel darah putih, dengan gejala seperti pucat, lesu, berat badan menurun, sakit tenggorokan, borok pada mulut dan tenggorokan, pendarahan gusi dan memar tanpa sebab akibat dari BKO Fenilbutazon dan Glibenklamid.
– Gejala Stephen Johnson, seperti demam, sakit tenggorokan dan kulit melepuh akibat BKO Fenilbutazon dan Piroksikam.
– Gangguan pencernaan seperti sakit atau nyeri di ulu hati, perut perih, diare, rasa terbakar di dada dan muntah akibat BKO Fenilbutazon, Prednison, Antalgin, Asam Mefenamat, Furosemid, Siproheptadin dan Piroksikam.
– Gagal jantung hingga menyebabkan kematian ini akibat BKO Sidenafil Sitrat dan Tadalafil.
– Trombositopenia (kekurangan trombosit) bisa terjadi dengan gejala pendarahan pada mukosa, mulut, hidung dan gusi. Gejala ini disertai dengan muntah dan batuk darah, pendarahan pada lambung, urin dan feses berdarah akibat BKO Glibenklamid.
– Osteoporosis, gangguan pertumbuhan, gangguan saraf akibat BKO Prednison dan Deksametason.
– Dll.

Dampak buruk BKO muncul disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya :
– Efek samping BKO itu sendiri. BKO termasuk dalam kategori zat yang berbahaya bagi tubuh.
– Interaksi herbal dengan BKO. Penggunaan herbal sebaiknya tidaklah berbarengan dengan obat kimia, berilah jarak 2 sampai 3 jam. Pada herbal BKO, terjadi pencampuran herbal dengan obat kimia sehingga penggunaannya pun berbarengan dan terjadi interaksi, hal ini akan mengakibatkan keracunan, over dosis sampai kematian.

Sekali lagi, walau tampak menguntungkan, jamu mengandung BKO sesungguhnya mengancam kesehatan masyarakat.

Alhamdulillah, produk Herbal Indo Utama tidak mengandung BKO, kami selalu berusaha memberikan produk-produk yang terbaik, yang aman, bermutu dan berkhasiat.(as)

Disusun oleh : Agus Santosa, S.Farm., Apt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *