• admin@herbalindoutama.co.id
  • Sawangan, Magelang 56481

Kunjungan Polbangtan Yoma, HIU Bekali Mahasiswa dengan GMP dan HACCP

Mahasiswa Polbangtan Yoma Kunjungi HIU, Pelajari GMP hingga HACCP di Industri

Pekerjaan di bidang pertanian tidak berhenti pada saat panen. Hasil panen, terutama komoditas herbal, harus diolah dengan tepat agar aman dikonsumsi, memenuhi standar mutu, dan bernilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu, calon penyuluh pertanian sangat perlu memahami standar produksi skala industri yang baik.

Berangkat dari situ, sebanyak 61 mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), melaksanakan studi lapangan ke industri. Rombongan disambut oleh Herbal Indo Utama (HIU) Group pada Senin (19/10/2026).

Kegiatan Diawali Kunjungan Sarana dari Hulu ke Hilir

Kunjungan Sarana Polbangtan Yoma di Herbal Indo Utama

Kegiatan dimulai pukul 08.30 dengan dua agenda utama. Pada sesi pertama hingga siang hari, mahasiswa diajak melihat langsung proses industri dari hulu ke hilir. Mahasiswa mengunjungi kebun ratusan tanaman herbal, area pembibitan, dan fasilitas pascapanen untuk menyortir serta mengeringkan simplisia.

Tur kemudian berlanjut ke gudang bahan baku, laboratorium R&D dan QC, serta fasilitas produksi obat herbal, pangan, kosmetik, dan pembotolan. Rute ini berakhir di area pencetakan kemasan dan gudang produk jadi. Mahasiswa mendapat penjelasan operasional dan mesin secara detail.

Pembekalan Materi GMP, CPOTB, dan HACCP dalam Produksi Hasil Panen

Pembekalan Materi Polbangtan Yoma di Herbal Indo Utama

Memasuki pukul 13.00, agenda berlanjut dengan pemaparan materi oleh Bapak Nanda, apoteker penanggung jawab di HIU. Beliau menjelaskan Standar Operasional Prosedur Sanitasi (SSOP), Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), serta prinsip HACCP.

Menurut Bapak Nanda, penerapan SSOP, GMP/CPOTB, dan HACCP saling melengkapi demi menghasilkan produk yang aman dan berkualitas. GMP dan CPOTB sendiri bertindak sebagai fondasi utama guna memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar regulasi.

Sementara itu, HACCP berfungsi sebagai sistem untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko pada titik-titik kritis produksi. Risiko yang ditangani meliputi bahaya biologis (seperti bakteri dan kapang), kimia (residu pestisida), serta fisik (debu, kerikil, atau serpihan logam).

Apresiasi dan Harapan

Kunjungan industri ini memberikan pengalaman praktis yang cukup berkesan bagi mahasiswa. Aska Rifai Ulinuha, salah satu perwakilan mahasiswa Polbangtan Yoma, turut mengungkapkan antusiasmenya di akhir acara.

“Kami melaksanakan kunjungan di HIU. Kita belajar mengenai GMP yang sudah didapat di kampus, kemudian kita studi langsung (bagaimana penerapannya) di HIU. Kami banyak belajar dan tentunya didampingi para instruktur yang kompeten. Banyak ilmu yang bisa kami dapatkan,” tuturnya.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Bapak Sumarno, dosen mata kuliah Penjamin Mutu Pertanian yang rutin mendampingi mahasiswa Polbangtan Yoma dari tahun ke tahun. “Kami mendampingi mahasiswa semester 7, Prodi Penyuluhan Pertanian, untuk (studi lapangan) mata kuliah Penjamin Mutu Pertanian,” tuturnya.

Harapan Bapak Sumarno, mahasiswa bisa mengambil ilmu sebanyak-banyaknya. “Demi mendukung mata kuliah yang baru dicapai mahasiswa. Mudah-mudahan, ilmu yang didapat di sini, baik saat materi, di lapangan, maupun di lab dan produksi, bisa bermanfaat, bisa menambah pengalaman mahasiswa ke depannya.”

Karena bukan kali pertama, Bapak Sumarno bahkan mengamati adanya perkembangan di HIU. “Kesan pesannya sangat bagus, sudah banyak peningkatan dari tahun ke tahun. Kami berharap ke depannya HIU bisa maju terus, semakin besar, dan jangkauannya semakin luas,” pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *