• admin@herbalindoutama.co.id
  • Sawangan, Magelang 56481

Farmasis Berjiwa Wirausaha, Herbal Indo Utama Bekali Ilmu Marketing dan Praktik UKOT ke Mahasiswa Farmasi UMBJM

Farmasis Berjiwa Wirausaha, Herbal Indo Utama Bagikan Ilmu Marketing dan Praktik UKOT ke 150 Mahasiswa Farmasi UMBJM

Di era modern, peran farmasis tak lagi hanya berkutat pada meracik resep atau meneliti khasiat obat. Menghadapi persaingan industri yang semakin ketat, mahasiswa farmasi kini dituntut untuk memiliki insting kewirausahaan, di mana ilmu bisnis dan pemasaran menjadi bekal tambahan yang sangat penting.

Menjawab hal tersebut, Herbal Indo Utama (HIU) Group memfasilitasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bagi 150 mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) pada Kamis-Jumat (1-2/10/2026) untuk mengenal industri sekaligus belajar berwirausaha.

Sesi Materi Kunjungan UMBJM Oktober 2026

Mahasiswa mendapat kesempatan untuk mendalami sisi komersial dari industri farmasi. Dalam sesi ini, Manager Marketing HIU, Bapak Erik Arya Tandi, A.Md.Farm., membekali dengan funneling, yakni strategi pemasaran yang memetakan perjalanan calon pelanggan sejak mengenal merek hingga memutuskan untuk membeli.

Melengkapi strategi pemasaran sebelumnya, Bapak An’im Fathoni Arianto, S.Farm., turut memandu mahasiswa menyusun perencanaan bisnis lewat 9 elemen Business Model Canvas (BMC). Bahasan ini merinci berbagai aspek penting, mulai dari customer segments, value propositions, channels, dan lima elemen lainnya.

Puncak keseruan acara terjadi usai sesi teori, yakni saat mahasiswa diajak melakukan simulasi produksi Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT). Dengan penuh semangat, mereka berpraktik meracik serbuk instan dengan alat sederhana, sekaligus berdiskusi berkelompok menyusun strategi BMC bagi produk buatan mereka.

Seluruh rangkaian pengalaman dari hulu hingga hilir ini memberikan kesan mendalam bagi rombongan UMBJM. Ibu Rosa Riauwati, M.Farm., selaku Dosen Farmasi UMBJM, sangat mengapresiasi keterbukaan HIU Group.

Sesi Praktik Kunjungan UMBJM Oktober 2026

Ibu Rosa menyoroti keunggulan program ini yang tak hanya memaparkan teori, melainkan mengajak mahasiswa terjun langsung mengamati fasilitas berstandar tinggi (CPOTB, CPPOB, dan CPKB), sekaligus mengenali produk-produk jadi yang telah sukses di pasaran.

“Dari HIU, kami mendapatkan pembelajaran yang sangat bagus. Terutama dari perkenalan, kemudian pembelajaran ke mahasiswa itu sudah menerapkan semua hal di industri (dari hulu ke hilirnya),” ungkap Ibu Rosa.

Kesan positif juga diungkapkan oleh salah satu peserta, Muhammad Rifaldo, yang mengamini bahwa kegiatan ini menjadi momen seru sekaligus tak terlupakan. Ke depannya, sinergi seperti ini diharapkan mampu menetaskan lahirnya technopreneur muda, wirausahawan herbal yang tidak cuma ahli meracik obat di laboratorium, melainkan juga tangguh dalam membangun bisnis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *